Logo SD 2 Darul Hikam

Sekolah Islam Bandung, SD di Rancaekek Kabupaten Bandung, Darul Hikam, SD 2 Darul Hikam Rancaekek


Menjadi Guru yang Menyenangkan: Mengubah Pembelajaran Matematika Menjadi Pengalaman yang Berkesan
Published: 10 November 2025 13:56

Menjadi Guru yang Menyenangkan: Mengubah Pembelajaran Matematika Menjadi Pengalaman yang Berkesan

Oleh: Sani Nopianti, S.Pd. — Guru Matematika SD

Sering kali, ketika saya menyebut kata “matematika” di kelas, sebagian siswa langsung menunjukkan ekspresi cemas, bahkan ada yang spontan berkata, “Saya tidak suka matematika, Bu!” Sebagai guru matematika, pernyataan itu menjadi tantangan sekaligus panggilan hati. Saya ingin membuktikan bahwa matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan, melainkan bisa menjadi menyenangkan, hidup, dan bermakna jika disajikan dengan cara yang tepat.

  1. Mengubah paradigma : dari takut menjadi tertarik

Saya menyadari bahwa kunci utama agar siswa menyukai matematika adalah perasaan positif terhadap guru dan proses belajar. Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep jika mereka merasa nyaman, dihargai, dan dilibatkan secara aktif. Oleh karena itu, saya berusaha menjadi guru yang bukan hanya “mengajar angka”, tetapi juga menyentuh hati siswa.

Saya memulai setiap pertemuan dengan sapaan hangat, bertanya kabar, dan cerita singkat yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selama pembelajaran pun selalu diselipkan games-games menarik untuk membuat peserta

  1. Membangun kelas yang hangat dan Positif

Guru yang menyenangkan bukan berarti guru yang selalu memberi permainan, tetapi guru yang mampu menciptakan suasana emosional yang positif.
Saya belajar untuk lebih banyak mendengarkandan  memberi apresiasi sekecil apa pun yang diakukan oleh siswa.

  1. Matematika yang berkesan.

Saya percaya, kesan belajar yang baik akan membekas seumur hidup.
Beberapa siswa yang dulu enggan belajar matematika dan menganggap matematika itu suli kini justru menunggu-nunggu pelajaran Matematika. Mereka mengatakan, “Bu, ternyata matematika itu seru, ya!” Kalimat itu menjadi hadiah terindah bagi saya sebagai guru. Artinya, saya berhasil menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu yang dulu dianggap menakutkan. Yaaa walaupun tidak semua siswa menyukai pelajaran matematika.

 

Menjadi guru yang menyenangkan bukan berarti harus selalu lucu atau penuh permainan. Menjadi guru yang menyenangkan berarti hadir dengan hati, memahami kebutuhan siswa, dan menjadikan proses belajar sebagai pengalaman yang bermakna.
Matematika bukan sekadar hitung-hitungan, tetapi juga sarana untuk melatih logika, ketekunan, dan kegebimbiraan berpikir. Sebagai guru, saya akan terus berusaha agar setiap anak meninggalkan kelas saya bukan hanya dengan nilai yang baik, tetapi juga dengan senyum dan rasa percaya diri bahwa mereka bisa mencintai matematika.